Kiluan Beach   5 comments

gerbang kiluan1
Pintu Gerbang Teluk Kilauan Koordinat : S5.75663  E105.12107

Setelah beberapa lama direncanakan untuk pergi berlibur ke Kiluan, akhirnya Jum’at malam menjelang Sabtu tanggal 18-10-2013 malam kita berangkat dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan menuju Merak Banten dan selanjutnya ke Lampung.
Sehari sebelum berangkat, saya mencari data di internet mengenai posisi tepatnya Teluk kiluan itu berada, dari beberapa blog yang saya temui mengatakan bahwa teluk kiluan itu berada di koordinat S5.749252 – E105.192740 (sumber : navigasi.net- ernaprisqilla.wordpress.com-mbahpung.blogspot.com), saya pikir asyik kalau sudah dapet, tinggal saya masukan saja ke navitel saya yang ada di android, pasti akan sampai ketujuan tanpa harus bertanya kesana kemari lagi.

Tanpa kesulitan berarti lagi, kita jalan jam 23.30 dari Pondok Cabe menuju merak dan sampai disana sekitar jam 02.00 dan langsung bisa menyebrang melalui dermaga 4 di pelabuhan meraknya.
Mendarat di Pelabuhan Bakauheni jam 05.30 dan langsung menuju kota Tanjung Karang. Sesampainya di Restoran Begadang IV, kami mampir untuk cuci2 badan dan sarapan pagi yang kami bawa dari rumah.
Setelah itu … kami langsung meluncur lagi menuju Teluk Kiluan yang telah kita angan2kan dari rumah.

Dari arah Begadang IV kami menyusuri Panjang menuju teluk betung, karena navigasi navitel saya menunjukan arah itu yang harus dilalui.
Pertama-tama sih seneng2 aja dengan keadaan jalan yang cukup bagus berhotmix, bisa agak kenceng lah laju mobil kita, tapi gak lama kemudian baru nampak jalan berlubang dan harus pinter2 mengelak dari lubang yang ada.
Rupanya … dari jarak Teluk Betung ke Teluk Kiluan itu yang hanya 80Km harus di tempuh selama lebih kurang selama 3 jam, dengan kecepatan rata2 5 s.d 10 km ( itu kalau kita sayang mobil, karena jalannya cukup berlubang dengan bebatuan yang cukup besar), namun karena sudah bulat untuk kesana ya kita bersabar saja dengan keadaan jalan seperti itu.
Akhirnya Navigasi saya mengarah kekiri disuatu persimpangan, dan kami mengikutinya. Namun tidak jauh dari persimpangan itu, ada pesta pernikahan yang memakan bahu jalan sehingga mobil kita tidak bisa lewat untuk menuju ke teluk kiluan yang telah di setting koordinatnya sesuai koordinat yang saya dapat dari beberapa blog diatas.
Lalu kami bertanya kemana arah teluk kiluan yang di maksud ? orang2 yang ada disana menunjukan arah yang berbeda dari data yang selama ini saya pegang.
Setelah berembug dengan lainnya, akhirnya kita menelphone Bpk. Dirhamsyah sebagai pemilik/pengelola Pulau Kelapa yang akan kita tuju.
Atas petunjuknya maka kami mengikuti segala petunjuknya sampai ke tujuan dengan melalui beberapa simpang yang harus di cermati agar tidak nyasar.
Adapun arah pertama yang harus di tuju dari Teluk betung adalah kampung pedada dan harus belok ke kanan apabila telah ketemu toko dengan di cat / iklan Telkomsel seperti nampak gambar dibawah ini :

telkomselpasar bawang

Simpang Pasar Bawang setelah Kantor Camat Pedada Koordinat : S5.74595  E105.14465

Setelah belok kanan di persimpangan Pasar Bawang, kita menuju Gerbang Teluk kiluan dengan melalui tanjakan dan turunan yang tajam dengan kondisi jalan yang cukup memprihatinkan, oleh karena itu, bagi kendaraan roda dua harus berhati-hati dengan kecepatan rendah, karena bebatuan cukup banyak sehingga kita bisa jatuh di buatnya, untuk kendaraan roda empat, disarankan jangan naik sedan.
Setelah jalan beberapa kilometer kita akan ketemu dengan gerbang Teluk Kiluan di persimpangan tiga

gerbang kiluanpintu gerbang

Pintu Gerbang Teluk Kiluan dengan Koordinat : S5.75663  E105.12107

Posted 21 October, 2013 by ramon hakim in Jalan Jalan, Lampung

Cilember, Cipayung, Bogor   13 comments

Akhirnya … setelah berembug selama seminggu yang niatnya sich udah beberapa bulan, pada hari sabtu Tanggal 7 April 2012 kami berlima berangkat menuju puncak, bogor.
Dengan mengendarai 2 Vespa dan satu honda supra x kita berangkat jam 21.30 waktu pamulang.
Route yang di tempuh adalah dari Warnet Tangga di Jl. Suryakencana No. 20 A menuju parung melalui pondok petir yang tembus ke Parung. Diparung kita ketemu dengan Rudy Salam dan Abui. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan menuju bogor melalui taman yasmin dan timbul di Kebon Raya Bagor dan melintas jl. suryakencana bogor hingga jl. tajur.
Setelah sampai di cibogo, kami beristirahat sejenak di SPBU, karena Aaf ingin mengeluarkan hajat kecilnya. Sambil berkenalan dengan anak-anak motor dari Jagakarsa, kami ngobrol-ngobrol ringan sambil menunggu Aaf selesai.

Setelah istirahat kurang lebih 30 menit, kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Puncak Pas, yaitu berhenti di Mesjid Besar yang ada sebelum Rindu Alam 1 ( Nama mesjidnya Lupa ).
Terus kita memesan Indomie dan Teh panas, sambil menunggu Rudy dan Ubai yang terpisah di perjalanan tadi.
Setelah semua berkumpul dan sambil minum teh panas, pian mengusulkan kita menuju Cilember, yang artinya kita harus kembali turun ke daerah Cibogo, yaitu sebelum simpang mega mendung ( Kalau ditempuh dari arah puncak ).

Sebelum mencapai tempat wisata Cilember, pian merasa ngantuk dan capek, akhirnya kita istirahat di pangkalan ojek yang ada di pinggir jalan.
Seperti ini lah tempatnya …..

Setelah istirahat sejenak dan setelah waktu subuh tiba, kami naik ke atas menuju Cilembernya, jalannya cukup berliku dan menanjak tajam, sampai2 vespa saya harus didorong karena gak kuat naik.

Akhirnya kita sampai juga di Tempat Wisata Cilember.

Rupanya Cilember itu bagus juga tempatnya.

Anda disini juga bisa menyewa villa yang cukup bagus, yaitu rumah dari kayu yang sejuk tentu udaranya dengan harga berkisar Rp. 1.5 juta permalam, dapat di isi sekitar 10-15 orang.
Adapun villa tersebut seperti ini tampaknya :

Atau mungkin mau yang lebih murah …. ?? yaitu bisa menyewa tenda dengan kapasitas 8 s/d 20 orang dengan harga dari 150ribu samoai dengan 250ribu.
Penampakan tendanya ya …..

Masih mau yang lebih murah ….?? ada …. yaitu dengan menyewa tiker, harganya hanya 10rb sekali pakai.
Seperti ini gambarnya ….

dengan demikian, kesimpulan biaya-biaya yang harus dikeluarkan adalah :

  • Biaya Parkir kendaraan, Motor dan Mobil adalah Rp. 5.000,–
    Untuk bis kami tidak dapat informasinya
  • Apabila anda mempergunakan motor, untuk biaya titip helm dikenakan RP. 2.000,- / helm
  • Untuk masuk perorang dikenakan Biaya Rp. 12.000,-
  • Sewa Villa Rp. 1.5jt
  • Sewa Tenda berkisar Rp. 150.000,- s/d Rp. 250.000,-
  • Sewa Tiker Rp. 10.000,-
  • Kopi segelas Rp. 3.000,-
  • Untuk makan dan minum lainnya. cukup beragam dan harganya pasti lebih mahal dibanding tidak ditempat wisata

Oleh karena itu, apabila memungkinkan kita bisa membawa perbekalan, tidak ada salahnya untuk dibawa sendiri dari rumah.

Foto-foto lengkapnya :

This slideshow requires JavaScript.

Posted 11 April, 2012 by ramon hakim in Bogor, Jalan Jalan

Ujung Genteng   11 comments

Hari kamis malam, tgl. 06 Augustus 2010 diajak sama ponakan ke Ujung Genteng, Sukabumi Jawa Barat, kita berangkat jam 23.30 dari Pondok Cabe.

Oh ya … bagi yang belum tau lokasi Ujung Genteng dapat melihat denahnya disini :

Rute Perjalanan
Rute ke Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat

Peta Ujung Genteng

Sampai di Ujung Genteng Jam 05.00 pagi tgl. 07 Agustus 2010, langsung kita Chek In di Villa Pak Ujang dan menempati kamar no 7A, 7B dan 7C.

Nampak Lokasi tempat penginapan kita.

Nama Villa Tempat Menginap
Read the rest of this entry »

Posted 9 August, 2010 by ramon hakim in Jalan Jalan, Sukabumi

Jinemmo – Siji Enem Limo   6 comments

Soal makanan, Jogja boleh dibilang ga ada matinya. Segala macam model makanan untuk segala situasi tersedia di kota ini. Kali ini saya mau ngasi review tempat makan yang jadi pilihan favorit mahasiswa Jogja, dan kayanya cocok buat traveller-traveller yang nge-ransel di Jogja.. Nama warungnya Jinemmo..

Nama Jinemmo diambil dari singkatan Siji Enem Limo, yang kalo di bahasa Jawa berarti 165. Angka tersebut adalah nomor rumah tempat warung Jinemmo memuaskan anda dengan ayam kremesnya yang eksotik..

Yup, menu andalan warung Jinemmo adalah ayam kremes. Yaitu ayam goreng yang disajikan dengan bumbu kremesan. Seperti biasa, ayam goreng itu kan enaknya ditemani sambel. Nah, di warung Jinemmo, ayam disajikan di atas ulekan sambel lengkap dengan cobeknya.. Rasanya di jamin membuat kita lupa table manner.. hehe..

Menemani kenikmatan si ayam kremes, Jinemmo membebaskan kita untuk mengambil nasi sepuasnya.. Yang saya maksud, bener-bener sepuasnya..hehee… Dan untuk nasi sepuasnya, ayam goreng kremes, dan esteh manis, kita cuma perlu bayar 8rb aja. Jadi pas banget lah kalo buat temen-temen yang menjunjung tinggi prinsip ekonomi, dengan pengeluaran sesedikit mungkin dapet nasi yang banyak dan ayam yang enak. hehe…

Menu selain ayam? tenang, di Jinemmo juga ada lele, nila, telur, tahu, tempe, dll.. Juga bisa pilih, digoreng atau dibakar.. Buat yang ga suka pedes, bisa minta ga pedes juga ko… Jangan khawatir.. Minumannya juga lengkap. Dari es teh, es jeruk, aneka macam jus, sampe minuman botol semacam aneka teh dalam botol, minuman vitamin C, sampe soft drink juga ada..

Setelah kekenyangan makan, interiornya Jinemmo akan mengambil alih memanjakan anda. Pilihan kursi bambu yang lazim di temui di pos satpam komplek, uenak banget dipakai nunggu makanan turun ke perut sambil ngobrol-ngobrol dengan teman dan siap melanjutkan perjalanan menjelajahi kota Jogja..

Yang agak ribet emang letaknya.. Patokan paling gampang adalah dari Ambarukmo Plaza (Amplaz). Dari Amplaz, susuri jalan ke menuju Solo, ke arah timur. Setelah melewati Own Cafe di sebelah kanan jalan, perhatikan plang penunjuk arah menuju Hotel Seturan, yang akan membawa anda masuk ke jalan lebih kecil di sebelah kiri. Ikuti jalan tersebut. Setelah melewati Indomaret, tahan laju kendaraan anda. Tidak seberapa jauh akan ada jalan disebelah kanan, masuk. Kalau benar, akan ada pendopo di sebelah kiri jalan. Lurus saja.Warung Jinemmo nya ada di ujung jalan..

Kalau anda orang Kupang atau bisa berbahasa Kupang, ajaklah para pelayan atau penjaga warung bicara dalam bahasa Kupang. Karena Jinemmo adalah hasil kreatifitas sekumpulan mahasiswa asal Kupang..

Posted 20 January, 2010 by balonludah in Jogyakarta, Kuliner

Ayam Goreng Betawi Harga Kali Lima ala Resto   6 comments

Bagi pecinta masakan Betawi, hadir di Bandar Lampung yaitu di Jalan Kartini, samping kursus Luwes, rumah makan Ayam Goreng Betawi. Rumah makan ini memberikan harga kaki lima dengan pelayanan dan tempat ala restoran.

Ayam goreng ala Betawi dimasak dengan cara khusus dan disajikan dengan bumbu kacang serta acar timun dan acar bawang.

Harga yang ditawarkan sangat terjangkau yaitu Rp 6.000/potong. Selain menu ayam goreng Betawi ini, tersedia menu khas Jakarta lainnya yaitu nasi goreng gila. Nasi yang juga dikenal dengan nasi goreng gaul ini tidak berbeda dengan nasi goreng umumnya. Hanya saja dilengkapi dengan sosis, bakso, dan telur ayam. Yang membedakannya nasi goreng gila ini memiliki cita rasa cabai yang pedas. Untuk satu porsi nasi goreng gila dihargai Rp 8.500.

Rumah Makan Ayam Goreng Betawi juga menyediakan menu pecel lele, sop buntut, sayur asam, tempe cabai, kentang cabai, tempe bacem goreng, dan bihun goreng

Untuk minuman, rumah makan ini menyediakan aneka jus buah dengan harga rata-rata Rp 6.000. Menu minuman yang khas antara lain es kelapa bulet dan es mega mendung. Selain itu, rumah makan ini juga melayani pemesanan nasi kotak. Hanya dengan Rp 12.500, konsumen bisa mendapatkan nasi ayam komplet dengan sayur. Atau Rp 7.500 untuk nasi telur komplet.

Posted 25 October, 2008 by april fs in Bandar Lampung, Kuliner

Tagged with , , ,

Digger   4 comments

Game PC kah ini ..??? bukan … ini bukan games PC jaman awal tahun 90’an, tapi ini tempat makan yang sungguh mengasyikan yang terletak di lereng bukit di Bandar Lampung, kalau makan disini pada malam hari, sungguh-sungguh mengasyikan, karena kita bisa makan sekaligus menikmati pemandangan ke teluk betung.

Menu makanan nya juga gak berat-berat amat koq …. yang penting kita bisa makan dan ngobrol ngalur ngidul di tempat yang di tata dengan gaya cafe, jadi gak nyesel koq kalau kesini.

Yang bikin special dari tempat ini adalah letak nya yang bener-bener strategis, sehingga setiap orang yang datang bisa terkagum-kagum menikmati keindahan kota bandar Lampung dari atas ketinggian. Pemandangan yang disajikan benar-benar indah, pemandangan pantai dan bukit barisan, hmmm…kalo datenya pas malam hari sambil menikmati iringan musik, kayaaknya suasana jadi romantis, gak heran kalo banyak pasangan yang ke sini tiap mlam minggu, hehehehehe…
Letak Waroeng Digger sini ada di Jl. Way Sungkai, Kompelek Besi Baja,Pahoman Bandar Lampung (0721) 472164

Posted 25 October, 2008 by april fs in Bandar Lampung, Kuliner

Tagged with , , ,

Grojogan Sewu   5 comments

Suasana segar dan sejuk merupakan hal yang akan Anda rasakan saat berada di dekat air terjun. Bagaimana bila air terjun yang ada tidak hanya satu? Tentu akan menambah kesegarannya. Itulah yang akan Anda rasakan saat berada di air terjun Grojogan Sewu, Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat wisata yang merupakan hutan wisata dengan air terjun dan beberapa fasilitas lain yang disediakan pengelola dapat Anda jadikan salah satu tujuan wisata Anda. Grojogan Sewu terletak di daerah Tawangmangu, sekitar 1 jam dari Solo, tempat nya berudara dingin, kalau kita meneruskan perjalanan lagi maka kita akan sampai di Sarangan.

Untuk masuk kawasan wisata ini, Anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 6.000,-. Loket pintu masuk ada 2 buah. Yang pertama yang terletak di atas, saat menyusuri jalan menuju loket pertama, Anda dapat melihat-lihat tanaman hias yang dijual di sisi jalan. Anda juga dapat naik kuda untuk menuju loket bila Anda malas berjalan kaki. Anda juga akan sedikit terkejut saat ada monyet-monyet yang ada di sisi jalan. Sedangkan pintu kedua terletak di lereng bawah.

Read the rest of this entry »

Posted 24 October, 2008 by ramon hakim in Jalan Jalan, Karang Anyar

Tagged with , , ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers